Cara Mengatasi Hipotermia

Oleh /

Hipotermia adalah sebuah kondisi dimana seluruh tubuh berubah menjadi dingin, sebagai akibat dari ketidakmampuannya untuk mengatasi perubahan suhu normal ke suhu yang lebih dingin. Seperti yang diketahui bahwa suhu normal manusia 36 derajat – 37 derajat celcius. Bila suhu dingin menyerang, secara otomatis tubuh akan memproduksi panas untuk meyesuaikan diri. Jika gagal maka hipotermia akan menyerang.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, tanpa mengenal usia. Biasanya terjadi pada para pendaki gunung setelah mencapai ketinggian tertentu, tenggelam di air dalam waktu yang lama, berada dalam cuaca bersalju, dan saat terkena hujan deras. Waspadalah jika Anda menemui situasi seperti itu. Munculnya hipotermia akan ditandai dengan gejala – gejala tertentu.

Kenali tanda – tandanya, agar nantinya jika melihat seseorang terpapar penyakit ini dapat segera memberikan pertolongan yang tepat. Biasanya diawali dengan gigilan yang tidak biasa, kulit menjadi semakin pucat, dan bibir kering hingga pecah – pecah / mengelupas. Terkadang penderita juga mengalami gangguan kesadaran, mengigau, sampai hilang kesadaran. Jika dibiarkan akan berpotensi kematian.

Pertolongan Pertama Untuk Penderita Hipotermia

Setelah memahami tentang penyebab dan gejalanya, hal paling penting yang harus Anda ketahui adalah pertolongan pertama untuk mengatasi hipotermia. Berikut ini hal-hal yang bisa dilakukan di tempat kejadian saat menemukan seseorang terserang penyakit ini:

1. Jauhkan Dari Sumber

Temukan dengan cepat apa penyebab seseorang terkena penyakit tersebut. Jika karena terkena hujan lebat, segera ungsikan di tempat teduh. Jika ia berada di antara salju, bawa segera ke dalam ruangan yang memiliki penghangat. Jika pakaian penderita basah, segera ganti dengan pakaian baru. Berikan kain tebal, handuk, atau selimut agar Hipotermia tidak semakin parah.

Dalam usaha penjauhan dari sumber tetaplah berhati-hati. Identifikasilah apakah Hipotermia yang menyerangnya sudah dalam level berat. Penderita Hipotermia akut sangat sensitiv terhadap goncangan. Apabila Anda mengagetkannya, hal tersebut dapat membuat si penderita gagal jantung. Jangan pula menggosok-gosok tangan dan kaki penderita karena menyebabkan darah yang beku dapat dialirkan sampai ke otak dan jantung.

2. Berbagi Panas

Suhu tubuh manusia tergolong panas dan dapat berfungsi sebagai konduktor. Bagilah panas tubuh Anda dengan cara memeluknya erat. Berbagi panas lewat benda juga disarankan. Letakkan benda hangat di leher, dada, kening, atau perut penderita misalnya air hangat yang sudah dimasukkan ke dalam botol. Jika Anda berada di dalam hutan, segera buat api unggun dan masukkan penderita dalam kantong tidur.

3. Memantau Pernafasan

Hipotermia berpotensi menghentikan nafas penderitanya. Perhatikan dan pantau setidaknya dua sampai lima menit sekali. Jika tarikan nafas tidak lancar, segera beri nafas buatan dengan lembut. Ingatlah, gerakan kasar dan mengagetkan dapat menyerang jantung penderita. Bukan membuatnya sembuh, tapi malah akan memperparah keadaan. Setelahnya Anda dapat menyambungnya dengan oksikan.

4. Berikan Asupan Makanan / Minuman Hangat

Jika Hipotermia masih ringan dan penderita masih mungkin untuk menelan berikan minuman hangat. Minuman manis seperti teh manis hangat, cokelat panas, wedang jahe, atau susu lebih baik karena mengandung kalori. Jangan berikan minuman mengandung cafein atau alkohol karena dapat membahayakan. Setelah sedikit mereda berikan sup krim hangat, oat hangat, atau bubur.

5. Gerakan

Apabila penderita sudah membaik dan memungkinkannya untuk melakukan banyak pergerakkan, ajaklah untuk bergerak. Pergerakkan tubuh akan memicu pembakaran energi. Ajaklah berbicara terus menerus. Lakukan olahraga kecil, bukan gerakan yang dapat memicu keringat. Hal ini disebabkan keringat berpotensi membuat penderita menjadi menggigil kembali.

6. Hubungi Dokter

Untuk memastikan bahwa penderita baik-baik saja, walaupun kondisinya sudah terlihat lebih baik bawalah ke dokter atau rumah sakit. Selanjutnya, dokter akan melakukan pengecekan secara menyeluruh. Apabila dirasa perlu, dokter akan meresepkan obat atau vitamin untuk membuat tubuh menjadi bugar kembali. Menghubungi dokter juga berlaku bila pertolongan pertama tidak mampu mengurangi gejala Hipotermia.

Hipotermia dapat dicegah, meskipun Anda berada dalam suhu dingin ekstrim sekalipun. Caranya mudah yaitu, kenakan pakaian sesuai cuaca (gunakan jaket tebal dan mantel di musim dingin), tutup bagian atas tubuh dengan syal, hoody, atau topi. Jika perlu pakai kaos tangan dan kaos kaki. Jagalah agar tubuh tetap hangat. Minum minuman hangat juga akan membantu Anda.


Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *