Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Oleh /

Memiliki tubuh dan berat badan ideal adalah impian siapa saja yang mengidamkan bentuk tubuh cantik dan berat badan yang langsing tanpa ada penggumpalan di paha dan perut bak seorang model, binaragawan atau atlet hingga petugas militer. Alasan mengapa kalimat di atas memisahkan antara tubuh dan berat badan karena kedua istilah tersebut ternyata berbeda.

Berat badan sebagaimana kita tahu adalah ukuran BMI yang menunjukkan bahwa berat badan anda sesuai dengan ukuran tubuh anda yang dapat dilihat secara langsung melalui cermin, gerak-gerik hingga komentar masyarakat dimana anda dapat melihat dan menilai secara langsung apakah berat badan anda termasuk ideal atau tidak melalui timbangan.

Dengan pemahaman tersebut, berat badan merupakan hal yang obyektif atau dapat diukur dan bersifat numeric scientific. Sementara bentuk tubuh merupakan hal yang subyektif dengan kata lain bentuk tubuh ideal datang dari penilaian masyarakat yang ditimbulkan dari konstruksi sosial bahwa tubuh ideal merupakan tubuh dengan lekungan sempurna pada perut, dada yang besar serta kaki yang ramping dan seksi.

Pada pembahasan kali ini akan dijelaskan mengenai cara menghitung berat badan ideal yang dapat dijadikan acuan bagi siapa saja untuk dapat memprediksi dengan akurat serta melihat batasan porsi makanan karena berat badan dapat berkaitan langsung dengan apa yang terjadi pada tubuh anda terutama kemungkinan datangnya penyakit. Namun sebelum itu, ada beberapa cara menghitung berat badan:

Berbagai Cara Menghitung Berat Badan Ideal

1. Menggunakan Rumus Brosca

Umumnya masyarakat menggunakan rumus sederhana seperti tinggi badan (dalam cm) – 100 yang akan mendapatkan hasil berat badan normal bukannya berat badan ideal. Perhitungan berat badan ideal menggunakan rumus brosca dapat diilustrasikan sebagai berikut:

  • Wanita

Berat badan: (tinggi badan cm – 100) – <(tinggi badan cm – 100) x 15%>

  • Pria

Berat badan: (tinggi badan cm – 100) – <(tinggi badan cm – 100) x 10%>

Berikut contoh cara menghitung berat badan ideal pada wanita. Misalkan, A memiliki tinggi 154, lalu kita masukan ke dalam rumus: (154-100) – <(154-100) x 15%> = 54 – <8.1> = 45.9,. Jadi, berat badan ideal wanita dengan tinggi 154 cm tersebut seharusnya adalah 45.9 kg.

2. Menggunakan kalkulator BMI

Kalkulator BMI adalah kalkulator yang khusus diciptakan untuk mengetahui apakah anda termasuk dalam golongan kurus atau gemuk hingga resiko penyakit yang dapat terjadi dengan perhitungan tinggi dan berat badan yang sebelumnya telah dilihat dari timbangan umum.

Kalkulator yang memiliki kepanjangan Body Mass Index ini mampu mengategorikan pengguna mulai dari usia 20 tahun sementara usia di bawah 20 tahun memerlukan perhitungan yang berbeda. Bagi para olahragawan yang memilki otot, hasil pasti akan menunjukkan bahwa anda gemuk karena massa otot juga terhitung.

Berikut keterangan pada kalkulator BMI yang juga dapat memprediksi kesehatan anda:

  • Angka normal pada BMI terletak dari 18.5 hingga 20
  • Apabila angka yang muncul pada BMI mencapai 25 artinya anda beresiko pada penyakit kanker, osteoarthritis, diabetes level 2 hingga jantung. Sementara angka yang menujukkan di bawah 18 artinya anda dapat kemungkinan terserang osteoporosis.
  • Apabila angka telah mencapai lebih dari angka 27 atau jauh di bawah 18, anda disarankan untuk berkonsultasi pada dokter serta diharapkan untuk memperbaiki gaya hidup. Sementara bagi yang angka BMI nya mencapai angka 40 untuk lebih peka dan waspada.

Cara kerja perhitungan kalkulator BMI:

Berat badan = berat badan (dalam kg) : tinggi badan (dalam m)

Contoh:

Seorang wanita dengan tinggi 1.5 m dan berat badan 50 kg à 50 : 1.5 = 33.33,. Dengan hasil demikian, wanita tersebut jauh melebihi takaran seharusnya karena kelebihan berat badan dengan sejumlah resiko penyakit yang telah disebutkan di atas.

Cara menghitung berat badan ideal ternyata tidak sekadar menimbang dengan timbangan atau menghitung dengan rumus sederhana seperti tinggi badan (dalam cm) – 100 yang akan mendapatkan hasil berat badan normal bukannya berat badan ideal dimana tolak ukur berat badan idealah yang merupakan hasil objektif dan valid untuk dapat memprediksi resiko penyakit.


Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *