Gejala Demam Berdarah

Oleh /

Wabah demam berdarah tidak lagi asing terdengar bagi masyarakat dunia karena pernah tercatat sebagai salah satu wabah paling mematikan diantara wabah lain seperti plak hitam, TBC hingga H1N1 atau flu burung.

Demam berdarah atau disebut juga demam dengue menjadi virus headline di Indonesia dimana di tahun 2013 kasus demam berdarah mencapai lebih dari 100.000 kasus dengan 871 orang dinyatakn meninggal akibat virus dengue ini yang menjadikan Indonesia sebagai negara kedua di dunia setelah Brazil dan pertama di Asia Tenggara sebagai negara dengan kasus demam berdarah tertinggi yang merupakan hal buruk.

Mengenal Lebih Dekat Demam Berdarah

Demam berdarah muncul akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti carrier dengan virus dengue yang dibawanya dimana virus tersebut juga mengalami masa inkubasi yang merupakan jarak kali pertama virus itu masuk ke tubuh hingga gejala-gejala awal muncul sehingga tidak mudah untuk mengetahui sebelum gejala-gejala demam berdarah muncul.

Namun jangan salah paham, meskipun berasal dari virus dengue, tidak selamanya demam berdarah (DBD atau dengue hemorrhagic fever)dapat disebut sebagai demam dengue karena nyatanya demam berdara berada di level paling bahaya dari demam dengue atau merupakan komplikasinya dengan virus dan masa inkubasi yang sama.

Masa inkubasi memang unik bagi hampir semua jenis virus dengan ciri utama pada virus ini yaitu masa inkubasinya akan berakhir setelah 4 hingga 10 hari kemudian sejak pertama kali masuk ke tubuh inangnya. Kebanyakan orang memang tidak bisa membedakan gejala flu biasa dengan gejala demam berdarah yang sedikit riskan apabila tidak segera ditanggapi.

Dengan mengenali gejalanya, kemungkinan virus yang berkembang dalam tubuh dapat ditangani karena fase demam berdarah dangat cepat dan riskan akan kematian apabila kita tidak tanggap. Berikut beberapa gejala demam berdarah sebagai aksi cepat tanggap sebelum terlambat.

Gejala-gejala Demam Berdarah:

  1. Badan mudah lesu, lemah dan lunglai
  2. Tubuh terasa menggigil
  3. Suhu tubuh dapat mencapai angka di atas 400 C
  4. Sering mual-mual bahkan hingga muntah
  5. Nafsu makan menghilang
  6. Sakit kepala tak tertahankan
  7. Rasa nyeri pada bagian sendi, tulang dan otot
  8. Wajah yang memerah
  9. Sakit di bagian tenggorokan
  10. Kelenjar getah bening yang membengkak
  11. Timbulnya bintik merah di sekujur kulit terutama anak-anak yang terlihat jelas
  12. Pembuluh darah pecah
  13. Napas sesak
  14. Nyeri pada bagian perut
  15. Darah keluar dari hidung dan gusi (pada sebagian orang)
  16. Kelenjar getah bening rusak

Apabila anda, keluarga atau kerabat terdekat memilki gejala-gejala di atas, segera larikan ke rumah sakit karena virus ini bekerja dengan sangat cepat dan dapat menghambat aliran darah sehingga hal pertama yang akan dilakukan dokter setelah gejala-gejala yang timbul adalah melakukan cek darah untuk mengetahui sudah sejauh mana virus tersebut sudah menjelajahi tubuh dan bersiap untuk masa kritis.

Penanganan Demam Berdarah

Apabila pasien demam berdarah telah berada di tangan dokter biasanya akan dipasangi alat pengatur infus cairan yang apabila virus sudah menyebar maka porsi infus akan diberikan lebih banyak.

Para penunggu pasien juga diminta untuk rutin memberikan cairan misalnya air minum murni dan jus jambu kental secara berkala bahkan hingga pasien kembung sekaligus karena cairan dan jambu sangat berfungsi untuk memproduksi sel darah merah yang mengalami penurunan akibat aktivitas virus dengue. Selain itu pihak medis juga akan memberi tahu bahwa pasien pasti akan mengalami 3 fase, yaitu:

1. Fase demam

Fase ini mungkin sebagian sudah dirasakan pada saat pasien memasuki rumah sakit untuk perawatan intensif mulai dari timbulnya gejala-gejala demam berdarah.

Fase demam terjadi setelah masa inkubasi berakhir dengan rentan waktu dari 2 hingga 7 hari dimana suhu tubuh dapat mencapai angka di atas 400 C yang diiktui dengan kulit yang memerah, nyeri di bagian otot, tulang dan sendi, sakit kepala tak tertahankan hingga wajah memerah. Apabila fase tersebut berlangsung lebih dari 10 hari, maka itu bukan demam berdarah.

Gejala lain yang ekstrim pada fase ini yang dapat muncul adalah rasa mual hingga muntah, anoreksia, hingga rasa sakit di sekitar bola mata hingga dan infeksi di bagian tenggorokan. Pada saat ini, pasien mau pun penderita sudah harus perbanyak minum air sebelum terlambat.

2. Fase kritis

Siapa pun yang terserang virus dengue yang dibawa nyamuk carries Aedes Aegypti ini pasti akan mengalami masa-masa kritis setelah sebelumnya selama kurang lebih 5 mengalami fase demam dengan tanda yaitu suhu tubuh justru akan kembali ke keadaan normal di angka 370 C dan biasanya pasien mau pun pihak keluarga justru merasa pasien sudah sembuh karena mulai pulih dan dapat beraktivitas kembali.

Inilah yang menjadi riskan apabila pasien pengidap demam berdarah dirawat di rumah tanpa pengawasan medis dan bekal pengetahuan yang cukup malah akan membawa pasien pada kematian karena pengawasan yang mulai lemah seiring trombosit yang akan terus menurun dengan masa fase kritis ini belangsung selama 24 hingga 38 jam.

Resiko lain apabila pasien tidak segera ditangani yaitu pecahnya atau bocornya pembuluh darah sehingga pasien dapat mengalami nyeri perut tak tertahankan, organ hati yang membesar, mimisan hingga muntah-muntah.

3. Fase penyembuhan

Setelah melewati masa kritis, pasien kemudian akan masuk ke fase penyembuhan yang akan disambut dengan demam namun di fase ini pula trombosit mulai naik kembali ke batas normal secara pelahan dalam rentan waktu 48 hingga 72 jam. Pasien kemudian akan mulai nafsu makan, kembali normalnya fungsi diuretic, dan berkurangnya rasa nyeri di perut.

Demam berdarah merupakan salah satu wabah penyakit paling mematikan di Indonesia dimana penyebabnya seringkali muncul akibat lingkungan yang kurang bersih dan sistem pengairan yang kurang baik. Dengan rutin membersihkan rumah dan lingkungan sekitar kemungkinan dapat mengurangi resiko perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue.

Mengenali gejal demam berdarah juga menjadi kunci pencegahan utama supaya dapat melalui fase demam dan fase kritis dengan lebih baik.


Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *