Gejala Usus Buntu

Oleh /

Setiap orang pasti memilki usus buntu yang merupakan usus sisa atau lebihan dari usus besar yang berada di bawah hati namun tidak semua orang mengalami penyakit atau infeksi usus buntu. Penyakit atau infeksi usus buntu dapat muncul akibat pola makan seperti menelan biji-bijian dari buah atau makanan lain yang tidak dapat dicerna oleh tubuh.

Mengenal Lebih Jauh Mengenai Usus Buntu

Selain karena menelan biji-bijian dari buah atau makanan yang tidak dapat dicerna oleh tubuh, penyebab lain dari timbulnya infeksi usus buntu ini dapat diakibatkan oleh kebiasaan buruk kebanyakan orang yaitu berbicara sambil makan atau makan sambil berbicara.

Kebiasaan buruk tersebut tidak hanya makruh dalam semua agama, namun juga dapat memicu berbagai komplikasi mulai dari tersedak, masuknya udara pada mulut yang terisi sehingga dapat menimbulkan ‘angin duduk’ bahkan infeksi usus buntu hingga kematian.

Sekali makanan yang tidak dapat dicerna lambung dan makanan yang nyasar akibat kebiasaan buruk tersebut terjebak di usus buntu dapat mengakibatkan pembusukan karena lokasi usus buntu berada di luar jalur sistem pencernaan seperti lubang yang mustahil dibawa oleh air atau cairan lain dalam tubuh dan akan menimbulkan infeksi usus buntu atau dikenal juga dengan sebutan apendistis yang dimulai dari peradangan.

Diawali dari peradangan tersebut dapat memicu pemecahan usus buntu meskipun tidak selamanya peradangan dapat memicu usus buntu pecah namun infeksi usus buntu secara garis besar memiliki resiko yang besar akan kematian. Untuk itu, mengetahui gejala usus buntu sejak dini merupakan cara terbaik melalui penanganan yang tepat akan menyelamatkan jiwa. Berikut akan dijelaskan mengenai hal tersebut.

Gejala-gejala Usus Buntu

1. Rasa nyeri dan Sakit di Bagian Perut

Gejala awal dan yang paling umum dari timbulnya infeksi usus buntu ini yaitu rasa nyeri dan sakit yang luar biasa di perut pada 24 jam pertama. Penderita umumnya merasa ingin buang air besar namun feses tidak dapat keluar sehingga sakit perut yang ditimbulkan oleh bakteri yang menumpuk di usus buntu ini semakin menjadi-jadi seiring anda melakukan aktivitas normal seperti berdiri atau berjalan.

Apabila sakit perut dirasa sudah tidak dapat ditahan lagi, maka anda perlu segera menemui dokter dan dari sana biasanya akan di lakukan tes CT scan pencitraan untuk melihat apakah tanda-tanda yang anda alami merupakan infeksi usus buntu atau penyakit lain.

2. Sensasi Mual

Ketika perut terasa sakit maka pastilah terjadi sesuatu dengan sistem pencernaannya termasuk yang berkaitan dengan radang paru-paru hingga memicu rasa mual hingga muntah. Dari sinilah nafsu makan orang yang terkena infeksi usus buntu ini mulai tidak nafsu makan karena sensai mual tersebut dan biasanya terjadi pada hari kedua dan ketiga setelah gejala utama yaitu sakit perut muncul.

3. Demam

Panas atau demam merupakan gejala paling umum dari berbagai penyakit karena merupakan kinerja tubuh terutama dari sistem imun dalam memerangi bakteri yang sedang menjangkiti organ tak terkecuali bakteri dalam usus buntu. Adanya demam dapat memicu sistem kekebalan tubuh untuk berperang melawan infeksi yang akan memicu tubuh menggiigil dan pusing.

4. Mudah Gelisah dan Linglung

Mudah gelisah dan linglung ini memiliki makna yang ilmiah bukan merupakan akibat dari kepercayaan seperti gejala stress atau lebih parahnya lagi, kesurupan. Linglung atau yang secara medis disebut dengan istilah diorientasi merupakan akibat dari keracunan darah atau sepsis akibat aktivitas bakteri yang mendiami usus buntu tersebut.

Keracunan darah atau sepsis ini dipicu oleh kinerja sistem kekebalan tubuh yang mengeluarkan zat kimia untuk memerangi infeksi dan akan menimbulkan peradangan dimana akan membahayakan tubuh. Apabila tidak dapat dibendung akibat peradangan ini, infeksi akan semakin melahap oksigen dalam tubuh dan akan mempengaruhi kinerja saraf otak hingga menyebabkan linglung dan kegelisahan.

5. Buang Air Kecil Secara Terus Menerus

Orang yang biasanya buang air kecil secara terus menerus bisa dikarenakan udara dingin dan pengaruh kandungan lemak serta hormone, namun hal tersebut juga dapat menjadi gejala tubuh terserang infeksi usus buntu.

Hal tersebut dipicu karena posisi usus yang berada di bawah panggul dekat dengan kandung kemih sehingga ketika usus buntu mengalami peradangan maka kandung kemih juga akan mengalami hal sama serta akan memicu buang air kecil secara terus menerus.

Awasi Kondisinya

Infeksi usus buntu yang awalnya bermula dari peradangan dapat mengakibatkan pecahnya usus buntu tersebut apabila gejala-gejala usus buntu seperti yang tertera di atas tidak segera ditangani  yang dapat memicu resiko keracunan darah, gangguan pada saraf otak, infeksi kandung kemih hingga kematian yang diakibatkan oleh bakteri yang berkembang biak di dalamnya maka memulai hidup sehat sangat penting.


Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *