Penyebab Kanker Serviks

Oleh /

Kanker merupakan penyakit mematikan yang dapat melumpuhkan inangnya dalam waktu sekejap dimana pengobatan umumnya justru memperburuk situasi apabila tidak ada keajaiban dari Tuhan karena obat pelumpuh kanker masih dalam proses penelitian dan sangat sulit tercapai atau terdeteksi.

Kanker berasal dari sel yang tumbuh secara tidak wajar dimana diprediksi bahwa setiap manusia pasti memiliki sel ini tingga tergantung siapa yang beruntung dan siapa yang kurang beruntung. Tantangan besar bagi para wanita adalah kanker payudara dan kanker serviks dimana pada pembahasan kali ini akan ditekankan pada kanker serviks yang menggerogoti bagian leher rahim atau serviks pada wanita.

Menurut dokter Tania, kanker serviks dipicu oleh petumbuhan sel-sel yang tidak normal pada area sekitar leher rahim dan terus tumbuh hingga memunculkan tumor ganas yang seiring waktu akan menjadi kanker. Menurut World Health Organization, kanker serviks termasuk dalam daftar peringkat 4 sebagai penyakit yang sering menjangkiti wanita di seluruh dunia.

Meskipun mematikan, kanker serviks seringkali dapat tertangani apabila ada penanganan dini termasuk cek kesehatan rutin seperti tes pap smear yang dapat membedakan pertumbuhan sel abnormal sebelum menjadi kanker serviks.

Meskipun demikian, tentu saja hal ini tidak bisa disepelekan atau diacuhkan karena di Indonesia sedikitnya 40.000 wanita terserang kanker serviks, terbesar kedua setelah kanker payudara yang menyerang wanita dengan berbagai usia.

Penyebab Kanker Serviks yang Utama

Penyebab kanker ini yang paling utama adalah kehadiran virus Human Papillomavirus atau HPV dengan perkiraan 13 juta jenis virus ini yang menjadi munculnya kanker serviks dengan membuat sel-sel menjadi abnormal melalui dua jenis protein yang dihasilkan virus-virus tersebut yaitu, E7 dan E6 yang mampu mematikan gen atau disebut mutasi gen dalam tubuh wanita dalam menghancurkan tumor akibat sel abnormal tersebut.

Kanker ini juga ditularkan melalui hubungan seksual yang pada wanita virus tersebut akan membuat sel-sel menjadi agresif. Setelah menghasilkan protein E7 dan E6, virus HPV juga bermutasi menjadi dua turunan yang turut menyumbangkan 70% kemungkinan tumbuhnya kanker serviks yaitu HPV 18 dan HPV 16 dan diketahui bahwa seluruh wanita pasti pernah dihinggapi virus-virus ini selama beberapa saat.

Selain dari virus Human Papillomavirus sebagai penyebab utama berkembangnya kanker tersebut terdapat deretan penyebab lain yang diindikasi mampu menjadi pemicu mutasi gen dalam leher rahim wanita dan merubahnya menjadi kanker yang mematikan. Berikut beberapa daftarnya:

Daftar Penyebab Kanker Serviks

1. Kebiasaan merokok

Bukan lagi sesuatu yang mengejutkan apabila kebiasaan nomor satu orang Indonesia sebagai konsumen terbanyak tembakau bercampur nikotin ini menjadi pemicu yang cukup dikhawatirkan sebagai penyebab mutasi gen pada serviks. Meskipun peringatan mengenai bahaya merokok telah terpapang di setiap kemasan, nyatanya tidak mengurangi kebiasaan buruk masyarakat yang satu ini.

Tidak hanya pria, wanita di seluruh dunia juga gemar menghisap benda dengan berbagai kandungan zat kimia yang berbahaya bagi tubuh ini, bahkan resiko menghisap rokok bagi wanita dapat berkali-kali lipat bahayanya dibanding pada pria perokok apalagi dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Rokok dapat menyebabkan serangan jantung, hipertensi, kanker pada siapa pun hingga keguguran.

2. Penyakit menular Klmaidia

Wanita yang setidaknya oernah mengidap infeksi penyakit seksual, klamidia, disebut para dokter berkemungkinan lebih besar untuk mengidap kanker serviks karena sekali terserang infeksi proses mutasi gen justru akan semakin cepat dan mudah dijangkiti virus E7 dan E6 HPV.

3. Obesitas

Kelebihan berat badan lebih dari sekedar kehilangan rasa percaya diri dan menyusahkan kinerja sehari-hari bagi wanita, namun justru meningkatkan resiko penyakit yang lebih besar seperti munculnya tanda-tanda invasi virus HPV karena wanita yang kelebihan berat badan lebih dulu dan rentan terserang adenocarcinoma pada bagian leher rahim atau serviks mereka.

Sehingga menjaga pola makan yang seimbang sangat perlu tidak hanya soal kecantikan, rasa percaya diri dan rutinitas namun juga soal kesehatan tubuh dan keselamatan.

4. Kondisi Imunosupresi

Imunosupresi merupakan kondisi dimana tubuh atau sistem imun rentan terhadap berbagai jenis patogen. Kondisi ini tidak hanya memungkinkan tubuh terserang salah satu virus mematikan seperti HIV atau human Immunodeficiency virus, namun juga virus Human Papillomavirus atau HPV yang dapat meningkatkan pesatnya proses mutasi gen.

5. Usia

Kanker serviks memang diindikasi menyerang wanita di usia yang menginjak lebih dari kepala tiga dimana usia 40 tahunan merupakan usia paling rawan dengan tambahan bahwa wanita yang telah melahirkan sebanyak 3 kali dengan lancar paling rentan terhadap kanker ini sebaiknya usia paling aman atau jauh dari kemungkinan kanker serviks yaitu usia 15 tahun.

6. Hamil muda

Bukan sesuatu yang baru apabila hamil di usia muda dapat memicu berbagai kontraksi karena organ tubuh calon ibu maish dalam proses perkembangan dan pertumbuhan sehingga belum dapat dikatakan matang yang beresiko tinggi baik untuk bayinya mau pun diri sendiri termasuk resiko terserang kanker serviks 2 kali lebih besar dari hamil di usia normal.

7. Pengguna pil KB yang terlalu sering

Penelitian menuturkan bahwa penggunaan pil KB atau kontrasepsi oral secara terus menerus selama 5 tahun dapat memicu kanker serviks. Bagi anda yang ingin menunda kehamilan justru disarankan untuk menggunakan IUD (Intrauterine device) yang mampu menunda kehamilan tanpa takut akan resiko terserang kanker serviks.

8. Keturunan

Faktor keturunan disebut-sebut sebagai pemicu utama lain dari kanker serviks karena kromosom terbentuk dari orang tua dengan kemungkinan besar susuna genetic dan DNA yang sama. Wanita akan 2 kali lebih mungkin menderita kanker serviks apabila dari sisi ibu atau nenek pernah mengidap kanker serviks. Pemeriksaan dini sangat diperlukan karena hampir 95% kejadian tersebut pasti terulang dan berisiko.

9. Penggunaan DES (diethylstilbrestrol)

DES atau diethylstilbrestrol merupakan jenis obat hormonal yang umumnya diberikan pada ibu hamiluntuk menghidari kemungkinan keguguran. Dilihat dari fungsinya, obat ini terlihat menarik dan terpercaya namun siapa sangka penggunaan terlalu sering justru dapat memicu serangan kanker seviks bukan hanya kepada ibu namun juga kepada anak perempuan yang dilahirkannya.

Karena efeknya yang berbahaya, DES atau diethylstilbrestrol sudah resmi dilarang peredaran dan pemakaiannya sekitar akhir tahun 1980an yang artinya bagi anda yang lahir sebelum tahun tersebut harap waspada dan bila perlu melakukan tes kesehatan guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

10. Faktor ekonomi

Faktor ekonomi tidak hanya menjadi penyebab kesenjangan sosial, namun juga memicu baik itu jiwa mau pun fisik terutama bagi wanita yang akan rentan terhadap kanker serviks karena akses akan kesehatan dan kepekaan terhadap gejala-gejala yang muncul sebagai penyebab penyakit ini sangat minim termasuk terbatasnya akses untuk melakukan tes pap smear.

Setelah anda mengetahui penyebab-penyebab kanker serviks ini guna menjauhi kebiasaan atau meminimalisir kemungkinan, ada baiknya untuk tetap memperhatikan gejala-gejala awal dari penyakit kedua mematikan bagi wanita Indonesia ini karena tidak ada yang tau kapan akan terserang meskipun sudah melakukan gaya hidup yang sehat.

Gejala-gejala Kanker Serviks

  1. Nyeri di sekitar bawah perut atau panggul
  2. Rasa pegal tak tertahankan di pinggang dan kaki
  3. Mudah lelah dan letih
  4. Siklus menstruasi jauh dari perkiraan dan tidak teratur
  5. Bengkak pada salah satu bagian kaki
  6. Hilangnya nafsu makan
  7. Berat badan terus menurun tanpa melakukan diet
  8. Cairan vagina berbau tidak sedap
  9. Keputihan yang berwarna pekat seperti susu
  10. Pendarahan abnormal setelah berhubungan seks, buang air besar atau menopause

Apabila anda mengalami gejala-gejala seperti di atas jangan dianggap sepele apalagi dibiarkan. Segera melakukan pemeriksaan pada dokter. Pemeriksaan dokter bahkan disarankan tidak hanya menunggu hingga gejala-gejala tersebut muncul, namun bagi wanita yang telah menikah atau sering berhubungan secara seksual wajib konsultasi secara rutin ke dokter untuk diberi vaksin HPV atau melakukan tes pap smear.

Cara Penanganan Kanker Serviks

1. Pemeriksaan pre kanker

Pemeriksaan pre kanker menjadi salah satu jalan bagi para dokter yang sedang melakukan tes pap smear karena sifat sel yang dapat melakukan pembelahan suatu waktu atau disebut biopsy, jadi ada kemungkinan tes tersebut tidak dapat mendeteksi sel kanker serviks bukan karena alatnya rusak. Maka dari itu dokter akan menguji pasien terlebih dahulu dengan menggunakan tes pre kanker.

2. Tes darah

DNA menyimpan sejuta materi genetic yang mampu mendeteksi setiap penyakit yang menyerang tubuh. Dengan melakukan tes DNA, kemungkinan terdeteksinya proses mutasi gen dapat teratasi.

Kanker serviks merupakan penyakit kedua mematikan bagi wanita Indonesia setelah kanker payudara. Penanganan dini dengan melakukan gaya hidup sehat dan melakukan tes pap smear dapat mengurangi kemungkinan terserang dan terhindar dari gejala penyebab kanker serviks tersebut.

Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *