Siklus Menstruasi Pada Wanita

Oleh /

Menstruasi bukanlah hal yang luar biasa bagi siapa pun justru setiap wanita pasti mengalami siklus ini dalam waktu normal sekali dalam satu bulan selama 6 hingga 8 hari. Sebuah fase fisologis yang juga dikenal dengan sebutan haid ini terjadi akibat pengaruh dua hormone khusus pada wanita yaitu hormone esterogen dan hormone progresterone.

Wanita umumnya mengalami haid atau menstruasi mulai di bangku sekolah dasar yaitu sekitar usia mulai dari 11 tahun hingga 16 tahun tergantung hormone dan pengaruh genetic tiap-tiap wanita yang berbeda. Adapun fase dimana wanita sudah tidak lagi mengalami masa menstruasi umumnya di atas usia 50 tahun.

Menstruasi: Bagaimana Itu Terjadi?

Pertanyaan bagaimana darah bersifat kotor dapat terus luruh setiap bulannya pada wanita dengan intensitas darah yang berbeda-beda. Fase menstruasi pasti terjadi pada wanita sehat dan yang sedang tidak hamil karena darah kotor yang keluar berasal dari sel telur yang tidak dibuahi dan akan memicu penebalan dinding rahim atau yang disebut juga fase endometrium yang nantinya akan luruh.

Wanita setidaknya akan menjumpai secara tidak sadar 4 fase dalam siklus menstruasi di setiap bulan yang akan memicu keadaan fisik seperti cepat lelah dan emosional atau yang biasa disebut dengan dalam masa PMS. Berikut akan dijelaskan mengenai 4 fase dalam masa haid pada wanita tersebut:

1. Fase Menstruasi

Fase menstruasi disini adalah tahap awal ketika darah kotor mulai keluar dari leher rahim dan berlangsung hingga 5 atau 6 sampai 8 hari dimana umumnya wanita secara fisik akan mudah letih dan lemah serta gampang emosian. Di fase ini, memang sangat malas untuk bergerak namun aktivitas seperti biasa dapat mengatasi komplikasi lain dan membuat hari lebih produktif.

Saran para dokter yaitu jaga agar tubuh tidka dehidrasi dan kekurangan gizi karena darah yang keluar juga membuang banyak cairan sehingga minum sangat minimal 8 gelas sangat dianjurkan.

2. Fase Folikular

Pada fase ini, hormone follicle stimulating hormone (FSH) dilepaskan oleh kelenjar hipofisia atau disebut juga kelenjar pituitary di hari pertama sampai di hari ketiga belas yang akan mematangkan ovarium dari folikel yang dibuat. Di fase ini pula, hormone testosterone dan esterogen yang sebelumnya kurang aktif akan bangkit yang membuat wanita lebih nafsu makan dan berenergi serta bergairah.

3. Fase Ovulasi

Fase ovulasi terjadi di hari ke 14 dengan presentase kinerja hormone testosterone dan esterogen meningkat lebih tajam dan akan memicu gairah berhubungan seksual lebih tinggi.

4. Fase Luteal

Fase luteal ini merupakan tahapan terakhir yang terjadi di hari ke 15 atau hari terakhir haid dimana folikel bekas sel telur akan menghasilkan hormone progesterone dari korpus luteum yang dibentuknya. Di fase inilah, tingkat emosi pada wanita mulai berkurang dan pada sejumlah wanita akan kembali merasakan tanda-tanda akan haid.

Mengenal Siklus Menstruasi Pada Wanita

Wanita pada umumnya mengalami 21 hingga 35 hari siklus menstruasi yang secara normal atau kebanyakan wanita berada dalam siklus 28 hari dimana wanita dapat juga memprediksi apakah siklus menstruasi mereka teratur atau tidaknya yang apabila tidak dapat diamati selama 3 bulan masa menstruasi. Berikut beberapa ciri siklus menstruasi secara normal:

  1. Siklus menstruasi pada wanita umumnya berada direntan waktu 21 hingga 35 hari dengan sebagian besar wanita mengalami siklus 28 hari.
  2. Wanita normal cenderung akan mengeluarkan darah dari leher rahim sebanyak 10 sampai 80 ml setiap hari. Namun ada juga wanita yang mengalami istilah ‘bocor’ atau proses darah yang keluar memiliki intensitas yang lebih banyak dari kebanyakan wanita. Biasanya hal tersebut tidak masalah karena bisa jadi hanya keturunan. Namun apabila setiap mengalami menstruasi disertai rasa pusing tak tertahankan, sakit bahkan hingga pingsang, sebaiknya perlu dikonsultasikan pada dokter agar kebiasaan yang merugikan tersebut dapat segera teratasi.
  3. Darah haid atau menstruasi umumnya berwarna merah terang, namun ada juga yang berwarna merah pekat bercampur coklat namun hal tersebut merupakan hal yang biasa dan tidak perlu dikhawatirkan.
  4. Haid normal yang normal tidak terdapat gumpalan pada darah kotor yang keluar. Apabila darah haid anda mengalami penggumpalan sewaktu-waktu dan disertai rasa sakit maka anda harus berkonsultasi pada dokter mengenai masalah tersebut.

Setelah mengetahui ciri-ciri siklus menstruasi yang normal pada wanita, alangkah baiknya untuk mengetahui pula ciri-ciri menstruasi yang tidak normal sebagai antisipasi untuk lebih memahami siklus haid pada diri sendiri sehingga dapat ditangani dan diatasi guna mencegah hal yang tidak diinginkan. Berikut beberapa ciri siklus menstruasi yang tidak normal pada wanita:

  1. Menstruasi yang terjadi lebih dari 10 hari bisa dikatakan tidak normal meskipun tidak selalu berbahaya. Dalam islam bahkan wanita yang sifat menstruasinya lebih dari 10 hari tetap berkewajiban menjalankan Ibadan wajib di hari setelah ke 10 tersebut dengan rutin mengganti setiap sebelum melaksanakan ibadah.
  2. Rentan waktu yang normal dalam menjalani siklus haid adalah 21 hingga 35 dengan siklus umumnya yaitu 28 hari. Dikatakan tidak normal apabila siklus haid terjadi pada 35 hari lebih.
  3. Intensitas darah yang terlalu banyak dapat juga dikatakan sebagai siklus menstruasi yang tidak normal karena umumnya wanita hanya akan mengeluarkan sekitar 10 hingga 80 ml darah kotor setiap kali haid. Intentsitas darah yang keluar terlalu banyak dapat menyebakan wanita mudah lemah hingga disertai rasa sakit yang lain bahkan hingga pingsan.
  4. Rasa nyeri ketika akan haid atau di hari 1 hingga 3 bisa di bagian bawah perut jadi menandakan haid anda tidak normal.

Namun jangan khawatir karena hal tersebut sebenarnya tidak masalah asalkan rasa sakitnya tidak berkepanjangan apalagi sampai membuat anda tidak bisa berdiri dan apabila itu terjadi anda mungkin harus menemui dokter untuk berkonsultasi dan hindari penggunaan obat pereda rasa sakit tanpa anjuran.

Apa yang Menjadi Penyebab Menstruasi Tidak Normal?

Terdapat beberapa faktor mengapa siklus menstruasi pada sejumlah wanita tidak normal. Berikut beberapa faktornya:

1. Stress dan kelelahan

Stress dan kelelahan dapat menjadi penyebab mengapa siklus atau proses menstruasi seorang wanita menjadi tidak normal dan teratur karena adanya tekanan pada sejumlah organ dan memaksa waktu menstruasi menjadi mundur atau maju jauh serta dapat menjadi pemicu intensitas darah haid yang keluar banyak.

2. Ketidakseimbangan pada hormone

Segala sesuatu yang terjadi pada hormone manusia memang sulit untuk diubah-ubah sehingga menjadi wajar sebenarnya apabila siklus haid tidak normal pada wanita diperngaruhi oleh hormone yang tidak seimbang kecuali setiap kali haid wanita tersebut seringkali mengalami gejala atau disertai penyakit lain yang tidak tertahankan.

3. Olahraga yang terlalu ekstrim

Pemaksaan untuk melakukan olahraga dengan cara yang ekstrim atau terus-menerus dapat memicu siklus haid yang awalnya normal menjadi tidak normal.

4. Indung telur yang bermasalah

Karena darah menstruasi muncul akibat sel telur yang diproduksi oleh indung telur dan kemudian luruh setelah sebelumnya menebalkan dinding rahim, maka masalah pada indung telur bisa jadi faktor utama dari siklus haid yang tidak normal.

Menyangkut masalah ini, bagi wanita yang sering mengalami rasa sakit tak tertahankan di bagian bawah perut hingga tidak dapat beraktivitas secara optimal disarankan untuk berkonsultasi pada dokter.

5. Tumor

Tumor muncul akibat adanya sel-sel mati yang menyebabkan mutasi gen dan menyebabkan pembengkakan di area sekitar rahim. Tumor bisa menjadi sangat berbahaya karena bisa menjadi awal tumbuhnya sel kanker seperi ancaman kanker serviks yang merupakan penyakit mematikan kedua bagi  wanita Indonesia setelah kanker payudara yang diboncengi oleh virus HPV dengan protein E7 dan E6.

6. Diet berlebihan

Wanita sangat identic dengan istilah diet, yaitu rutinitas untuk menjaga bentuk dan berat tubuh tetap ideal yang akan meningkatkan rasa percaya diri. Namun siapa sangka, diet berlebihan hingga mengurangi porsi karbohidrat dan lemat sebagai sumber energi hanya akan membuat tubuh sakit termasuk membuat siklus haid tidak normal.

Diet yang dianjurkan adalah makan tetap seimbang dengan komposisi karbohidrat, lemak, protein, mineral dan air dimana hal yang perlu diperhatikan adalah waktu mengkonsumsi menu 3 kali sehari tersebut. Untuk sarap