Tekanan Darah Normal

Oleh /

Alat pengecek Tekanan Darah disebut sphygmomanometer. Alat ini kerap dijumpai saat pergi ke rumah sakit ataupun praktik dokter. Hal itu disebabkan karena alat ini termasuk alat medis yang wajib ada, karena pemeriksaan Tekanan Darah termasuk dalam tindakan medis yang wajib dilakukan. Jika Tekanan Darah seseorang tidak pada angka normal, maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut sedang dalam kondisi tidak baik.

Tekanan Darah normal orang dewasa adalah 90/60 mmHg – 120/80 mmHg. Angka paling depan merupakan jumlah tekanan saat jantung melakukan fungsinya untuk memompa darah ke sulurh bagian tubuh. Angka di belakang tanda slash (/) menunjukkan tingkat tekanan pada saat jantung berhenti memompa sejenak, aktivitas jantung ini disebut juga diastolik.

Hal yang Mempengaruhi Tekanan Darah

Tekanan Darah dapat berubah – ubah, hal tersebut disebabkan karena kondisi kesehatan manusia yang tidak pula menentu. Aktivitas dan kegiatan sehari – hari pun berpengaruh terhadap Tekanan Darah Anda. mari mengetahui hal – hal apa saja yang bisa mempengaruhi Tekanan Darah normal orang dewasa! Berikut penjelasannya:

1. Volume Darah

Jumlah cairan ekstraseluler yang mempengaruhi tubuh bisa menaikkan volume darah. Jika volume bertambah, maka sirkulasi darah pun ikut meningkat termasuk sirkulasi dari vena ke jantung. Hal tersebut bisa meningkatkan curah jantung sehingga Tekanan Darah bisa naik. Namun, apabila setelah kondisi ini terjadi pendarahan, tekanan bisa kembali menjadi normal, tetapi organ vital menjadi kekurangan darah.

2. Kondisi Jantung

Jantung melakukan kontraksi dan relaksasi. Organ ini bertugas mengalirkan darah ke seluruh tubuh kemudian mengembalikannya kembali ke jantung. Hal ini berhubungan dengan curah jantung yang bisa berubah – ubah karena aktivitas manusia. Pompaan jantung bisa meningkat secara signifikan karena aktivitas terentu. Dinding jantung pun menjadi meregang sehingga kontraksi otot jantung menguat dan Tekanan Darah bisa naik.

3. Viskositas Darah

Bahasa umum dari viskositas adalah kekentalan. Darah mengandung berbagai zat yang termasuk dalam unsur kimia. Bila darah mengental, maka kekuatan memompa pun harus besar. Aliran darah perlahan menjadi melambat karena adanya gesekan yang terjdi di dalam lapisan darah. Bila visikositas atau kekentalan menurun, maka gesekan pun terminimalisir sehingga Tekanan Darah ikut menurun.

4. Kegemukan

Secara umum, orang dengan bentuk tubuh gemuk Tekanan Darahnya tinggi. Hal ini disebabkan sekresi insulin yang mengakibatkan penebalan dinding pembuluh darah sehingga adrenaline dan curah jantung meningkat. Volume darah pun turut naik sebagai akibat dari reabsorbsi air. Dari situlah mengapa Tekanan Darah bisa naik.

5. Emosi

Emosi yang bergejolak menyebabkan Tekanan Darah ikut naik. Tak jarang jika seseorang yang memiliki Tekanan Darah tinggi dianjurkan untuk segera meredam emosinya. Secara ilmiah hal ini disebabkan oleh respon kardiovaskular terhadap kebiasaan emosi melewati jalur hipotalamus serebral korteks. Bahkan emosi yang terjadi secara mendadak bisa mengakibatkan gagal jantung hingga stroke.

6. Tidur

Pada saat tidur ternyata Tekanan Darah bisa naik turun tergantung kepada kualitas tidur orang tersebut. Saraf simpatis secara perlahan turun sampai tonus otot pun ikut menurun. Hal ini dapat menyebabkan Tekanan Darah menjadi rendah. Akan tetapi, jika pada saat tidur orang tersebut mengalami mimpi buruk atau sleep paralyzed secara otomatis Tekanan Darah menjadi naik karena hormon penyebab stress banyak keluar.

Cara Menjaga Agar Tekanan Darah Stabil

Tekanan Darah memang tidak bisa terus menerus stabil, semua bergantung terhadap aktivitas dan pola hidup yang Anda terapkan. Nyatanya hal kecil pun memberikan dampak terhadap Tekanan Darah, seperti konsumsi garam, konsumsi minuman beralkohol, terkejut, dan lain – lain. Akan tetapi, Tekanan Darah normal orang dewasa bisa dijaga agar tidak mengakibatkan hal – hal yang tidak diinginkan. Simaklah cara di bawah dan praktikkan dalam kehidupan Anda:

1. Olahraga

Anda tidak perlu melakukan olahraga berat jika memang Anda tidak sanggup. Banyak olahraga ringan yang bisa Anda lakukan setiap hari baik pagi maupun sore hari setelah bekerja. Misalnya saja, Anda bisa melakukan senam ringan setiap pagi, berenang, jogging, senam, dan yoga. Dengan berolah raga, jantung pun menjadi lebih sehat.

2. Cukupi Nutrisi

Makanlah secara teratur. Anda harus menjalani pola makan sehat jika tidak ingin terserang Tekanan Darah tinggi maupun Tekanan Darah rendah. Konsumsi berbagai sayur seperti brokoli, wortel, kentang, dan kacang – kacangan. Imbangi dengan daging, ikan, telur, dan susu. Asupan buah – buahan pun penting. Jangan lupa untuk memperbanyak konsumsi air putih serta mengurangi kafein.

3. Istirahat Cukup

Anda dapat merilekskan diri dengan cukup istirahat. Capek dan lelah kerja seharian bisa membangkitkan emosi Anda, hal tersebut bisa menaikkan Tekanan Darah. Istirahat cukup juga membantu organ jantung untuk memaksimalkan fungsinya. Jangan pula istirahat berlebihan, tidur terlalu banyak bisa mengakibatkan obesitas. Apalagi jika Anda memiliki kebiasaan tidur setelah makan.

4. Tidak Pada Rokok dan Alkohol

Seperti yang sudah tertera pada kemasan bungkus rokok. “Merokok dapat menyebabkan Tekanan Darah tinggi, kanker, serangan jantung …” Beberapa kasus membuktikan bahwa seorang perokok pada usia empat puluhan akan mengalami Tekanan Darah tinggi yang berakibat stroke atau penyakit jantung pada usia lima puluhan. Sama halnya dengan alkohol. Untuk itu hindarilah dua hal tersebut.

5. Mengkonsumsi Vitamin atau Suplemen

Apabila Anda menderita Tekanan Darah rendah, selalu sediakan suplemen penambah darah dan juga vitamin. Jika Anda memiliki hipertensi pun kini sudah banyak obat herbal tanpa efek samping yang dengan mudah dapat Anda temukan di toko obat dan apotek. Untuk cara ini, sebaiknya anda berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter.


Tinggalkan Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *